Showing posts with label lahir. Show all posts
Showing posts with label lahir. Show all posts

Friday, October 11, 2013

Temen Temen Affan

Assalamualaikum,

Di postingan sebelumnya pernah cerita tentang komunitas The Urban Mama kan ya? Selain nambah temen dan keluarga baru untuk gue, ibunya, ternyata komunitas ini pun nambahin temennya Affan juga. Affan masih 3 bulan tapi temen sebayanya udah lebih dari 23. Gaul banget yaa kamu Nak. Sampai besar nanti yang rukun yaa, terus cari pacar juga dari sini aja Nak *lah kok*

Dan inilah mereka : 


Khalifa Adelia Balqis (Adel) - 25 Juni 2013
Aleadna Ahmad Said (Ale) - 15 Juni 2013
Adhyakara Laksita (Adhya) - 11 Juni 2013
Alisa Rahadhatul Aisy (Aisy) - 01 Juni 2013
Bagas Asmoro (Bagas) - 01 Juni 2013
Azra Shasmeen Kalingga (Azra) - 25 Mei 2013
Sidhiq Kenessachio Notowidigdo (Chio) - 19 Juni 2013
Andrea Byanca Isabella (Byan) - 28 Juni 2013
Riyadh Nakhla Narindra (Cla) - 26 juni 2013
Gemma Austine Wirandoko (Gemma) - 06 Juni 2013
Muhammad Hakim Galvanov Rushdie (Hakim) - 23 Juni 2013
Lauzahra Larasati Chadiaputri (Lula) - 29 Mei 2013
James Eli Kosasih (Jimmy) - 2 Juni 2013
Nadjaluna Jehan Sofia (Luna) - 29 Mei 2013
Kenzie Akhtar Akiza (Kenzie) - 6 Juni 2013
Nada Izzatunnisa (Nada) - 12 Juni 2013
Kresna Galih Bharata (Kresna) - 27 Mei 2013
Raizuri Ananda Viara (Rai) - 1 Juni 2013
Athallah Razka Alfarabi Yuwono (Razka) - 23 Mei 2013
Mikhaila Syauqia Shaden (Shaden) - 11 Juni 2013
Shanoum Wafiyya Nadwa (Shanoum/S) - 17 Mei 2013
Qayreen Farzana Mosleeha (Qayreen/Q) - 17 Mei 2013
Viona Gabrielle Eleanora (Vio) - 15 Juni 2013


Huaaa seru dong yaa kalo ulang tahun bisa dapet banyak kado dan bisa bangkrut juga ngadoinnya ahahaha. Hugs for each of you, babies :*


"Who comes with summer to this earth
And owes to June her hour of birth
A pearl should wear against her skin
Who's innocence many a heart shall win."
(June Birthstone poem - the Pearl)


Hugs,
Continue Reading

Monday, July 29, 2013

Assalamualaikum, WORLD!

Assalamualaikum guys!

Just arrived safely by a sectio caesaria, Affansyah Aimar on June 13th, 2013 at RS. Mitra Keluarga Depok with 50 cms height and 3,360 grams weight.




Affan : Menjaga diri dari yang tidak halal
Aimar : from the words Ammar : Kaya, kekal, abadi.

Sesuai namamu, Son! Jadilah anak yang selalu bisa menjaga diri dan hatimu dari hal hal yang haram, dan semoga kelak kamu menjadi anak yang memiliki kekayaan baik ilmu, kekayaan hati, kekayaan doa, kekayaan pekerti dan kekayaan yang benar benar bisa membekali dirimu di dunia dan akhirat amin.

Love,
TDP
Continue Reading

Sunday, July 21, 2013

Sindrom Si Bayi Biru

Assalamualaikum, guys!

Alhamdulillaaaah, Affan udah lahir, dan tanggal 15 siang gue udah bisa pulang. Dulu pas hamil seriiiing banget baca soal baby blues. Dan udah banyak contoh juga yang gue liat. Kakak ipar gue, dan sepupu gue. Tapi kalo dulu pas hamil selalu yakin, insya allah gak kena baby blues. How can we could be that sad padahal kita lagi ada di masa paling membahagiakan di hidup kita? 

Sombong? Yes.
Dan ternyata gue kena juga sindrom ini dan berlangsung kurang lebih 10 hari.

Baby blues, apa sih?
BABY Blues Syndrome, atau sering juga disebut Postpartum Distress Syndrome adalah perasaan sedih dan gundah yang dialami oleh sekitar 50-80% wanita setelah melahirkan bayinya. Umumnya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan, dan cenderunglebih buruk sekitar hari ke tiga atau empat setelah persalinan. Jika Anda mengalaminya lebih dari 2 minggu, bisa jadi itu adalah Postpartum Depression dan sebaiknya  berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kenapa bisa terjadi?
Baby Blues terjadi karena tubuh sedang mengadakan perubahan fisik yang besar setelah melahirkan, hormon-hormon dalam tubuh juga akan mengalami perubahan besar dan ibu baru saja melalui proses persalinan yang melelahkan. Semua ini akan mempengaruhi perasaan kita.

Nah! Inilah yang gue alamin :
- Tiap ngeliat Affan tidur gue pasti nangis. It feels like, ya Allah, manusia sekecil ini, masih lemah begini, apa gue bisa ngerawat yang baik, yang bener? Kesejahteraannya ada ditangan gue, apa gue mampu? Dan kalo dia nangis, gue nangis juga. Takut Affan ngerasa ibunya ga ngerti dia, ga bisa bikin dia nyaman ;(
Well, too much worries. Baby blues terjadi ketika kita khawatir berlebihan tentang kondisi si bayi. Takut nantinya kita gak bisa jadi orang tua yang baik.

- Pas keluar RS, suami masih cuti seminggu. Dan tiap suami gue gendong Affan, ganti popok Affan, gue selalu nangis. Gue ngerasa gak bisa ngelaluin hari hari baru gue tanpa suami gue.
- Sedih berlebihan karena ngerasa gak tau menau tentang bayi. Sebenernya gue tau secara teoritis, tapi untuk implementasinya itu yang susah. 
- Sedih karena ngerasa sendirian. Awalnya gue ngerawat Affan bener bener berdua suami. Karena sesuatu hal gue ga bisa tinggal sama nyokap gue dan ibu mertua juga ga bisa fokus bantu gue ngurus Affan karena harus ngurus ponakan gue juga.
- Selalu nangis tiap inget masa pacaran sama suami. Rasanya kaya cemburu, karena suami tersita perhatiannya ke Affan. Biasa pas hamil dimanjain, diturutin di perhatiin. Biasa pas hamil kita yang jadi fokus utama, dan setelah anak lahir, anak kitalah fokus utama semua orang. Seketika takut ga bisa berduaan sama suami, ga bisa pergi nonton bareng lagi :(
- Omongan omongan orang yang bisa gue bilang mungkin awalnya perhatian tapi menjurus ke sebuah judgmental. Will be post soon tentang hal ini. Gimana jahatnya mulut mulut yang mungkin mereka nilai itu menasihati, tapi bener bener bikin kita mentally down karena efek si hormon ini.
Terus gimana ngatasinnya? Dari yang gue baca sih ada banyak cara, tapi menurut gue semua itu susah dilakuin karena hormon kerjanya di alam bawah sadar gitu istilahnya. Kalo gue kemarin, gue ga pernah nyoba nahan nangis, kalo lagi pengen nangis ya nangis aja. Bodo amat sama orang rumah. 
Dan penting juga untuk punya back up. Dalam hal ini tentu suamilah back up kita. Suami kan orang terdekat kita bisa dibilang, dia harus bisa nguatin kita. Alhamdulillah suami gue bisa nguatin gue. Walaupun cuek, tapi minimal dia ada, dia dengerin, dia ga ikut ngejudge, dia agree sama point of view kita saat itu, dan dia bersedia ditangisin. Gausah muluk muluk, para suami cuma harus be there aja. Be there physically and mentally of course ;)

Menjadi ibu itu sesuatu yang besar dan baru. Kalo naik pesawat mungkin jetlag istilahnya. Biasa berduaan suami, dating tiap weekend, tidur cukup, hangout with friends anytime, dan sekarang lo dipaksa stuck di satu pekerjaan mulia yaitu ngurusin anak. 

Dan buat para ibu ibu hamil diluar sana, saran gue, jangan takut kena baby blues karena itu normal. Dinikmati aja, bersyukur aja. Dan jangan lupa terus sugestiin diri sendiri dan dibantu suami. Kemaren yang gue tanamkan di otak gue adalah ini anak gue, gue harus bisa handle sendiri, gue harus lebih mahir dari orang lain dalam ngurusin dia. Itu poinnya.  Dan bersyukur, ambil hikmahnya. Mungkin dengan baby blues ini gue jadi lebih paham gimana menjadi seorang ibu. Dengan ngurusin sendiri mungkin gue akan cepet paham gimana ngehandle bayi. Dan mungkin nantinya anak gue akan deket banget sama gue karena gue ngurus sendiri.

Yaah begitulah buibu, baby blues yang gue alamin. Masih level cetek, karena yang gue denger ada yang sampe pengen ngebunuh bayinya. Dan satu lagi penting untuk komunikasi sama suami, jadi kalo tingkat baby bluesnya udah parah, bisa dikonsultasikan ke psikolog biar tidak membahayakan siapa siapa.

Well see you soon, moms! Enjoy motherhood!

Love,
TDP
Continue Reading

Sunday, July 14, 2013

Cerita Melahirkan Affan - Part 2

Assalamualaikum guys!
Akhirnyaaah lanjut lagi ceritanya yaa hehe..

Kamis, 13 Juni 2013
Pagi ini bangun lebih pagi dari biasanya. Masih sempet beberes kamar sebelum pergi. Sempet ricek koper ke rumah sakit juga takut ada yang kurang kurang. Hari ini kerumah sakit rencananya dianter suami dan papa mertua. Dan akan ketemuan langsung di RS sama Mama. 

07.30
Mulai turun kebawah, suami nurunin koper, masukin ke mobil, dan gue suruh sarapan dulu takut di rumah sakit ga sempet makan, berhubung ini pertama kalinya buat gue nginep di rumah sakit, jadi gue memutuskan untuk sedikit egois : gak mau ditinggal tinggal hahaha. Sambil nunggu suami makan, mama mertua dan kakak ipar mulai ngasih wejangan wejangan dan bacaan bacaan doa buat dibaca biar semuanya lancar. Agak sedih juga, karena kesannya wah kok horor ya, bisa ga ya gue dan bayi gue selamat paska operasi. Pikiran pikiran aneh mulai dateng. Tapi coba ditepis dengan pasrah dan ikhlas aja. Selama 40 minggu gue sudah doing the best to protect this baby inside, kalo nanti kenapa kenapa ya apa lagi yang bisa dilakuin selain ikhlas.

07.45
Jalan dari rumah berangkat ke rumah sakit, plus mampir dulu ke booth ATM buat ngurusin tunggakan tunggakan dan tagihan walaupun belom jatuh tempo biar beres semua ga kepikiran apa apa. Oh iya, ke rumah sakit ini cuma modal duit 300ribu didompet, itu juga buat makan suami dan beli beli minuman kalo ada tamu hehehe

08.00
Sampe rumah sakit langsung ngeloyor ke poli, nyariin dokter sofani nan cantik. Doi ternyata lagi ngoperasi diatas jadi cuma bisa nanya suster dan akhirnya langsung disuruh naik ke lantai 2, FYI, lantai 2 di RS Mitra Depok ini khusus buat lahiran ditambah ruang operasi + ICU + NICU + IMU. Dilantai 2, meluncur ke counter bidan dan celingukan aja bedua suami. Akhirnya berhubung surat pengantar rawat gue udah lewat tanggal, si bidan nelpon dokternya, baru deeeh gue diokein untuk urus admin dibawah.

08.30
Sudah urus administrasi, dan terpaksa ngambil kelas 3 karena kelas yang gue mau penuh dan cuma nyisa super vip dan kelas 3. Yaaa enggak mampu lah yaa udah sesar terus kamar super vip haha. Dianter ke kamar, alhamdulillah kamar kelas 3 di mitra bersih, rapi dan ga jelek menurut gue. Kamar mandi juga ada dua.

08.45
Dateng bu bidan, dicek tensi darah dan sedikit di tanya tanya tentang riwayat penyakit. Thank god, walau kelas 3 tapi bidan bidan ini super baik, helpful dan menyenangkan. Setelah tensi, lil kiddo diperiksa detak jantungnya dan alhamdulillah normal. Selesai periksa jantung lil kiddo, giliran cek detak jantung ibunya. Nah ternyata detak jantung gue yang rada cepet. Kata bu bidan, "Waaah, ibunya deg degan ya.." *mesem*



09.15
Kebetulan dr. Sofani pas visit. Jadi ternyataaa, seruangan itu pasien dia semua. Si dokter nyempetin ke bed gue dan nyapa, "Halo Radita, jadi SC nih ya? Puasa dari jam 10 ya, nanti kita pasang infus ya, glukosa biar gak hipoglikemi. Kita operasi jam 12 okay? See you!" Dan seketika gue tenang.

09.30
Dateng analis lab. Ngambil darah.

09.45
Dateng bidan untuk shaving bulu bulu disekitar areal operasi. Aaaa maluu loh harus ngangkang sana sini depan orang laen! *pasrah* *pura pura merem nahan malu*

10.00
Bidan dateng, suruh ganti baju operasi which is tipis banget warna putih dan dipasang infus. Oh noooo ini bagian paling gue takutin. Dan setelah sekali gagal, kedua kalinya infus berhasil dipasang. Sakit!

10.30
Dokter anastesi, dr. Heru, visit. Nanya nanya tentang riwayat operasi dan periksa fisik sebentar. Setelah ini gue nunggu sampe jam 12. Ngobrol sama suami dan nyoba baca baca yasin dan surat pendek.

11.50
Suster dateng, minta gurita ibu buat dibawa ke ruang operasi. Dan suster mulai ngedorong bed gue ke ruang operasi. Gue dan suami mungkin emang bukan tipe romantis. We didn't say anything. Sempet mikir, kalo abis gini gue kenapa napa trus ga ketemu lagi gimanaaaah??? *drama abis*

Ruang Operasi RSMK Depok, 11.50-13.00
Ruang operasi itu rasanya mencekam. Hawanya hawa horor. Perawat pake baju biru muda, bermasker, make tutup kepala, mondar mandir, dingin sampe nusuk tulang, dan gue sendirian. I mean, kalo lahiran normal kan ada pak suami atau mama yaa, ini enggak.

Setelah masuk, ditanya tanya sama perawat cowok dan dia makein tutup kepala ke gue. Setelah itu di CTG ulang dan alhamdulillah masih normal detak jantung lil kiddonya. Abis ctg, seinget gue, si perawat itu makein gel di tulang belakang sampe tulang ekor gue mungkin tujuannya sterilin bagian yang mau di suntik epidural nanti. Abis gitu dipindahin ke tempat tidur yang lebih kecil. Dan baru tau, mindahin pasien kaya mindahin barang -_-

Beberapa menit kemudian gue didorong ke kamar operasi nomor 3. Kamarnya ga terlalu besar, lebih dingin sampe gue gemeteran, banyak alat alat besar kaya di Grey's Anatomy, bunyi bunyian alat pantau detak jantung yang kaya di pelem pelem. Aaah horor pisan -_-

Gak lama gue dipindah ke meja operasi, diatas gue ada lampu sorot segede gede apa tau. Terus dokter anastesi dateng, gue diminta duduk dan agak bungkuk sambil meluk bantal. Kemudian si dokter nyuntikkin epidural di tulang ekor dan rasanya nyeeeees dari pinggang ke bawah berasa anget. Dites beberapa kali untuk angkat kaki, dan ga bisa! Berarti gue udah terbius lokal dengan sempurna.  Setelah dibius, gue dipasang kateter dan cowok yang masang! Gue harus pasrah ngangkang lagi dan depan lelaki lain! Maluuu!!!!

Dan setelah itu gue dipasangin oksigen diidung, ditempel alat rekam jantung, dipasang tirai di perut, dan seketika gue pengen nangis. Inget cerita Kak Nanda, sepupunya koma terus meninggal setelah operasi SC. Bismillah ya Allaaaah, masih pengen ngerawat lil kiddo :(

Kemudian dateng dokter anak, dr. Yusnita, SpA. Menyusul dibelakangnya dr. Sofani dan dia beda. Make baju operasi dan bootsnya kereeeeen banget! Stylish abisss! Si dokter kemudian ngintip ke gue dan bilang "Beneran Radita kan ini ya? Bismilah ya baca doa, insya allah ga ada apa apa. Serahin sama saya, dan Allah pastinya" 

Gue cuma ngangguk dan dalam hati bilang, "Naaak bentar lagi ketemu loh. Ya ampun muka kamu kaya siapa yaa? Lengkap gak ya? Langsung nangis gak ya?" 

Yang dirasain saat itu cuma perut di uwek uwek. Suasana santaaaai banget, ngobrol sama si dokter. Dan beberapa menit kemudian si dokter mulai heboh sambil bilang ke perawat yang stand by di belakang kepala gue untuk bantu ngedorong dari atas. Dan kayanya lil kiddo susah keluar karena beberapa kali terdengar : 

"Waduh ini gede ini"

"Ayo toh lee yuk keluar yuk pinter"

Dan tiba tiba perawat laki laki dibelakang gue ngedorong perut gue dari atas ke bawah keras banget sampe gue agak sesak nafas keteken teken dadanya dan teriaklah lil kiddo. 


Dia dibersihin sebentr kemudian imd dengan muka masih banyak darah kering yang nempel. Dan gue bener bener gatau apa yang gue rasain. Pas diliatin mukanya, gue nangis. Alhamdulillah sehat, lengkap, normal dan putiiih banget dia sampe banyak dibilang ganteng sama perawatnya. 

Kemudian lil kiddo dibawa untuk dibersihin, di adzanin dan diobservasi. Pas dia pergi gue tarik nafas, bersyukur masih hidup dan berharap anak gue ga kenapa napa.

Abis gitu, sekitar 15 menit dr. Sofani ngeberesin jaitannya dan pas selesai dia bilang, "Okay, done ya Radita. Selamat yaa dan selamat bergadang"

Dan gue saat itu bilang makasih banyak sama dokternya, dari awal sampe sekarang, thanks for being sooo helpful for me. Aaah gue jatoh cinta berat sama dokter gueeeee, dan tiba tiba sedih karena besok besok ga kontrol sesering dulu *lebaaaay*

Abis keluar kamar operasi, masuk ruang observasi dan suster masih mantau gue karena di kateter, urin gue masih darah semua sampe jam 5 sore. 

Jadii, buat yang bilang kalo belom lahiran normal itu belom wanita sejati atau ibu sejati, cobain deh! SC itu resikonya jauh lebih gede dari lahiran normal. Alhamdulillah gue baik baik aja, lil kiddo juga. 

And thank you so much Mitra Keluarga Depok, untuk keramahan, hospitality, dan profesionalitasnya. Akan segera direview soon!

Love,
TDP
Continue Reading

Wednesday, April 03, 2013

Welcoming Baby Kayla!

Assalamualaikum, guys!

Let me introduce you my first niece from my husband's family..
Here she is!



Hellooo, baby Kayla Adrila Prasanto ..
Born in March 17th 2013 with 3,3 kilograms' weight ..
Semoga Kakak Kayla menjadi anak yang solehah dan berbakti pada orang tua yaa :*
Congratulations Mba Mala dan Mas Pras!

Tunggu lil kiddo di perut Onty yaa Kakak Kayla :)

Love,
Onty D
Continue Reading