Monday, April 07, 2014

Assalamualaikum, 26!

Assalamualaikum,

Alhamdulillah ketemu lagi sama tanggal 5 April, yang berarti umur gue bertambah dan jatah hidup semakin berkurang. Ulang tahun kemarin seneng banget karena bisa kumpul sama Mama dan Dika. Terimakasih banyak banget untuk keluarga, suami, temen, rekan kerja buat birthday wishes nya. That's very kind of you :) Semoga doa kalian dijabah Allah dan semoga kebaikan kalian semua dibales sama Allah ya amiiien.. 






Hmm untuk birthday wishes gue, umur 26 ini udah ga pengen apa apa deh selain jadi Mommy dan istri yang lebih baik lagi untuk Affan dan Hardi. Semoga gue bisa dan pastinya i will do my best :) Sekali lagi terima kasih banyak temen temen, keluarga dan semuanyaaaaa!

Here are their wishes :



















































































Huge hugs,
Continue Reading

Friday, April 04, 2014

My #HappinessProject

Assalamualaikum,

Berbicara tentang happiness project, mungkin beberapa tahun lalu saya akan mengatakan bahwa happiness project untuk saya adalah bekerja dengan salary yang lebih dari cukup, IPK yang cum laude, kumpul dan ngopi-ngopi cantik dengan teman-teman di mall, gadget canggih, travelling kesana kemari dan belanja barang branded disana-sini.

Tapi seiring waktu berjalan, kebahagiaan menjadi sangat simpel untuk saya. 


Ya. Happiness project saya adalah laki-laki kecil pada foto diatas. Sebatas senyum sumringah, tubuh yang sehat dan wajah ceria anak laki-laki saya. Kalau diibaratkan anak saya sebagai sebuah project, maka semua yang ingin saya lakukan adalah apapun yang bisa membahagiakan anak saya. 

Tujuan hidup saya berubah. Tidak lagi pada hal-hal diatas. Melihat anak saya tumbuh dengan baik, tertawa, tersenyum, bergerak lincah, mendengar celotehannya, itu sudah sebuah kebahagiaan tiada tara bagi saya. Saya akan dan harus bisa terus membahagiakan anak saya, mencukupi segala kebutuhannya, memberikannya kasih sayang tiada batas, mencurahkan doa setiap malam, dan menanamkan agama untuknya agar kelak hidupnya selalu bahagia. Karena kebahagiaan dia akan menjadi kebahagiaan saya juga pada akhirnya.

Semua yang saya lakukan sekarang adalah untuk anak saya. Bekerja jauh dari rumah, membuat makanannya pagi-pagi buta walau dengan mata berat, semua saya upayakan demi kebahagiaan, kesehatan dan kecukupan anak saya. 

Affan Aimar, tetaplah berbahagia karena Mommy selalu akan membahagiakanmu semampu Mommy :)

Sekian #HappinessProject versi saya. Dan untuk yang belum menemukan happiness project-nya, coba deh ikutan acara Hijab Day 2014 di Skenoo Hall Gandaria City tanggal 27 April 2014 nanti. Acaranya bakalan seru bangeet diantaranya akan ada :
  1. Pengajian akbar
  2. Rangkaian talkshow (assorted theme)
  3. Intimate Sharing Session (assorted theme)
  4. Lelang untuk charity
  5. Bazaar sepanjang hari (lebih dari 100 tenant fashion)
  6. Hijabers mini concert
Nah jangan lupa dicatet yah tanggal dan waktunya. Untuk info lebih lanjut bisa diliat di poster berikut atau via Twitter @HijabersCommJKT yah :)




Let's join the HIJAB DAY 2014 and find your own version of happiness! See you ;)



Wassalamualaikum,


*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog yang diselenggarakan oleh Hijabers Community Jakarta dalam rangka Hijab Day 2014
Continue Reading

DSA oh DSA..

Assalamualaikum,

Mau cerita sedikit soal dokter spesialis anak (DSA) Affan kali ini. Ternyata eh ternyata, nyari DSA yang bagus dan cocok plus bikin Mommynya nyaman itu gampang gampang susah. Karena pastinya sebagai seorang ibu, gue mau yang paling baik untuk Affan. Nah untuk memilih DSA ini gue ada beberapa pertimbangan diantaranya :
  1. Lokasi gak jauh dari rumah dan antrian gak panjang. Ih ini penting bangeet, karena ya kalo anak sakit dan dalam situasi genting, terus DSA jauh dan pas udah sampe antrian dapet nomer 32? Males!
  2. Diagnosis selalu tegak. Buat gue, setiap anak gue sakit atau ada keluhan, gue gak suka tuh dokter yang ngambil tindakan tanpa tau diagnosisnya apa. Well mungkin gue masih bisa nunggu, kalo memang prosedurnya kaya gitu. Cumaaaan, ya itu gue ga suka bolak balik RS dan masi dibilang harus diobservasi beberapa hari.
  3. Tepat sasaran. Dokter yang pro RUM memang baik sih. Tapi perlu digarisbawahin dan dibold kalo arti dari RUM itu adalah rational use of medicine. Awamnya ya artinya penggunaan obat secara rasional. Ibu ibu jaman sekarang ini banyak yang salah kaprah mendefinisikan pro RUM sebagai tidak minum obat kalo anak sakit, home treatment aja dan ujungnya jadi curiga tiap dikasi obat sama dokter even itu zat besi yang jelas jelas direkomen sama WHO. Dan gue bukan termasuk ibu ibu yang pro RUM garis keras berlebihan. Kalo anak gue sakit dan diresepin obat, pasti gue tebus. Minimal gue googling atau tanya dokternya itu obat apa dan selanjutnya gue tebus dan gue minumin sesuai anjuran dokter. Selama itu dokter ga ngasih obat sakit perut pas anak gue pilek, it's okay dan cukup rasional menurut gue untuk minum obat. Kecuali kalo anak gue dateng diare terus dikasih obat pilek nah baru deh ga rasional. Percayalaaah, DSA itu jauh lebih pinter kok dari kita yang bukan dokter hahahaha.
  4. Ramah dan komunikatif. Nah, ramah ini penting banget buat gue. Kalo judes dan keliatan gak sayang anak atau pelit ngomong mah jangan haraaap gue balik lagi deh.
  5. Mau dengerin pendapat dan diskusi sama kita. Sebagai orang tua, gue kadang pengen tuker pikiran sama DSA. Karena ya itu, gue kan ga ngerti ngerti amat dunia medis, dan kadang gue nanya sama Google (yang belum tentu dia dokter juga), jadi gue biasanya mengutarakan apa yang gue tau dan mempersilakan DSA untuk mengkoreksi kalo ternyata itu salah.
Nah, berhubung dari zaman hamil gue udah biasa kontrol di RS. Mitra Keluarga Depok, dan udah terlanjur nyaman dengan RS dan pelayanannya, jadi gue memutuskan untuk tetep cari DSA di RS. Mitra Keluarga ini. Di RS. Mitra Keluarga ini DSA banyak ada sekitar 5 orang. Dan tinggal 1 orang aja yang belum gue coba datengin.Dari 4 orang ini, yang lumayan sering gue datengin adalah DSA Affan sejak lahir.

Kesan pertama yang gue dapet dari DSA Affan yang ini, memang dia kalo ngasih obat manjur banget, pasien banyak juga. Tapi gue gak terlalu nyaman sama beliau karena beliau pelit ngomong, cuek, kurang friendly, meriksanya ga detail, buru buru dan salah satu yang bikin males banget adalah ketika gue nanya masalah MPASI dia malah menyarankan Affan dikasih biskuit bubur bayi instan aja padahal berat badan Affan baik baik aja. Memang penggunaan bubur instan itu ga masalah dan bagus untuk bayi yang BB nya ga bagus di GC karena bubur instan diyakini bisa memboost BB dengan cepet. Cuma kan dimana mana orang juga tau yah, lebih sehat makanan homemade. Dari situ udah ilang feeling sama dokternya. Eh iya dan dokter ini ga bisa diganggu gugat diluar jam istirahatnya dia deh. Ponakan gue sakit dan mamanya nelpon ke hp beliau dan dijawab kurang friendly juga sama beliau, hiks :( Langsung mutusin ciao cari dokter yang lain deh.

Dokter berikutnya ini namanya dr. Anita Kartika Sari, SpA. Mungkin di RS. Mitra gaungnya kurang kedengeran dokter ini, padahal pendidikannya lulusan luar negeri, tapii gue sukaaa banget deh sama beliau. Beliau memenuhi 5 kriteria yang gue mau. Dokter ini baik bangeet, perhatian dan detail banget kalo meriksa Affan. Keibuan juga, penjelasannya enak, komunikatif dan mudah dipahami. Plusnya lagi, dia sangat sangat friendly, mau berdiskusi, dan mau dengerin curhat keluh kesah kebingungan gue. Makanan dan bentuk gigi Affan juga dipantau sama beliau. Beda 180 derajat sama yang pertama. Aaaah alhamdulilah nemu yang nyaman deh. Affan juga suka banget kayanya sama beliau karena ya dokter Anita ini sering ngajak ngobrol atau bercandain Affan dulu sebelum meriksa. Semoga kita cocok terus yah Dok :)







Love,
Continue Reading